Besar vektor yang belum diketahui (di kuadran IV) = 35 N.
Ralat soal HW Fisika Terapan
Berikut tugas Homework#1 Fisika Terapan untuk mahasiswa D3 Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan. Klik Homework#1FisTerD3.
Homework#1 dikumpulkan pada tanggal 13 Oktober 2009 pada kertas A4 tulis tangan. Terima kasih.
Materi kuliah :
Belum usai penanganan gempa Tasikmalaya (Jawa Barat), kemarin telah terjadi lagi gempa yang mengguncang kota Padang (Sumatera Barat) dan sekitarnya dengan kekuatan 7,6 SR, bahkan goncangan gempa terasa sampai malaysia dan singapura.
Data sampai tulisan ini dibuat, sudah ribuan bangunan roboh, 75 meninggal (sementara ribuan masih belum diketahui nasibnya) … innalillahi wa inna ilaihi roji’un ………
Memang, dengan posisi Indonesia yang terletak diantara 2 pertemuan lempeng tektonik, yaitu 1) pertemuan lempeng asia dan australian, dan 2) pertemuan lempeng asia pasifik, memungkinkan Indonesia tidak bisa lepas dari ancaman terjadinya gempa, karena pertemuan lempeng-lempeng tersebut akan selalu bergerak, dan melepaskan energi (berupa getaran-getaran gempa.
Pertemuan lempeng Asia-Australia di Indonesia membentang dari sisi selatan pulau Sumatera (ingat terjadinya gempa dan tsunami di Aceh, 2004), sisi selatan pulau Jawa terus sampai ke sisi selatan pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur, sedang lempeng Asia-Pasifik membentang dari utara kepulauan Maluku sampai ke Papua.
Bila dilihat dari kerusakan dan korban yang ditimbulkan oleh terjadinya gempa, tampak banyak korban yang meninggal atau luka karena tertimpa reruntuhan bangunan – terutama pada bangunan rumah tinggal atau bangunan tingkat rendah (2-4 lantai) – yang menggunakan material beton/beton bertulang dan pasangan bata. Karena memang material tersebut yang saat ini lebih banyak digunakan. Namun demikian, sepertinya penggunaan material beton/beton bertulang dan pasangan bata pada konstruksi rumah tinggal atau gedung bertingkat rendah belum seluruhnya didesain/direncanakan tahan apabila terjadi gempa. Kalau untuk bangunan bertingkat banyak, sudah menjadi keharusan untuk memasukkan beban gempa.
Untuk itu, guna mengantisipasi timbulnya korban material dan nyawa manusia apabila terjadi gempa, maka pengetahuan gempa dan cara membangun konstruksi yang tahan gempa ini disampaikan kepada masyarakat, terutama bagi para praktisi bangunan dari pelaksana sampai perencana untuk bangunan yang sederhana sekalipun (rumah tinggal 1 lantai, dsb.).
Homework#2 Fisika Dasar
Homework#2 Fisika Dasar untuk mahasiswa S1 Teknik Sipil sudah dapat diunduh disini.
Dengan catatan : homework ditulis pada kertas A4 ya …. dikumpulkan hari Selasa, 6 Oktober 2009.
Untuk kuliah hari Jumat, 2 Oktober 2009, dengan terpaksa akan diganti lain hari, dikarenakan saya mendapatkan tugas lain ….
Takbir…ALLAHU AKBAR…berkumandang bertalu-talu…mengiringi langkah di pagi hari menuju kekhusyukan sholat iedul fitri… Hangatnya mentari menyinari sanubari… mengucap takbir…
Pesan khotib amat bersahaja…
Lebaran euuuyy…………
Alhamdulillah………………. iedul fitri telah tiba…….
Semoga amal ibadah di bulan ramadhan dan bulan-bulan sebelumnya mendapatkan ridho Allah SWT dan segala dosa dan khilaf diampuni……..
Taqobbalallahu minna wa minkum……..Buat sesepuh-pinisepuh, bapak-bapak dan ibu-ibu, saudara-saudara, keponakan-keponakan, teman-teman sekantor dan sejawat, tetangga-tetangga, teman sekolah dan kampus, temen masa kecil dan teman-teman mahasiswa…. met lebaran 1430H dan mohon maaf maaf lahir dan bathin……..
Semoga kita semua menjadi fitri….kembali ke fitrah……….amiiinnnn..
Homework#1 – Fisika Dasar
Klik Fisika-Homework#1 untuk melihat atau mendownload (file pdf) homework Fisika Dasar untuk mahasiswa S1 Reguler Teknik Sipil, dikumpulkan hari Selasa, 29 September 2009.
| Oleh Cardiyan HIS (dari milisgroups sebelas maret) Kalah dalam kuantiti publikasi di jurnal tetapi menang dalam kualiti publikasi. Tanya kenapa? Karena ITB yang merupakan representasi terbaik Indonesia dalam hal publikasi di jurnal internasional lebih menekankan kepada substansi, kandungan dan orisinalitas paper yang dimuat di jurnal paling kredibel di dunia. Sehingga ITB menang dalam jumlah artikel dirujuk (Times Cited). Sedangkan Malaysia dan Thailand sudah pinter merekayasa strategi secara sistimatis sejak paper-paper yang dimuat di jurnal-jurnal nasional mereka diupayakan bisa masuk index ISI Knowledge dan Scopus; memperbanyak seminar dan konferensi internasional di negerinya agar dibuat proceedings yang bisa dicatat ISI Knowledge dan Scopus; dosen-dosen dirangsang bonus besar yang penting agar papernya banyak muncul dulu dan dicatat ISI dan Scopus, meski dimuat di jurnal internasional kelas dua dengan sedikit saja Times Cited . Strategi persaingan antar perguruan tinggi (selanjutnya disingkat PT) di dunia internasional menarik untuk dikaji. Khususnya pada salah satu indikator utama kualitas PT yakni publikasi paper para dosen penelitinya yang dimuat di jurnal internasional. Berbagai upaya “public relations” yang menarik terus diupayakan oleh PT-PT di Asean khususnya PT Thailand dan Malaysia, begitu sistematis. PT-PT Singapura tidak dibahas disini karena dari segi dana riset yang diberikan oleh Pemerintah ke National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU) misalnya sudah setara dengan dana riset universitas papan atas di dunia seperti MIT, Harvard University. Selain itu, NUS dan NTU diuntungkan oleh jumlah publikasi dosen-dosen terbaik yang direkrut dari berbagai belahan dunia sehingga mengkatrol Citations Index mereka. Di sinilah PT-PT Indonesia harus mengaku kalah dalam strategi pencitraan yang dilakukan secara sistematis oleh PT-PT Politik pencitraan bagi PT-PT Thailand dan Malaysia sangat disadari akan membuat PT-PT mereka bisa survive bahkan diharapkan menjadi kiblat PT minimal di kawasan regional Asean. Dan ini berarti akan menjadi kiblat pula dengan berdatangannya mahasiswa asing untuk menuntut ilmu. Juga kalangan industri akan melirik hasil riset PT.. Jadi ujung-ujungnya berarti bisnis besar di bidang pendidikan tinggi, seperti yang telah berhasil diperankan dengan baik oleh PT-PT di Australia dan Singapura. ITB sebagai representasi terbaik Indonesia dalam hal jumlah dan kualitas publikasi di jurnal internasional dibanding UI, UGM, LIPI dan IPB. Ternyata ITB masih kalah jauh dalam jumlah judul publikasi dibanding PT-PT papan atas di Thailand (seperti Mahidol University, Chulalongkorn University, Thamasat University) dan PT-PT papan atas Malaysia (seperti University of Malaya, Universiti Sains Malaysia, Universiti Putera Malaysia, Universiti Kebangsaan Malaysia dan Universiti Teknologi Malaysia). Tanya kenapa? Dosen-dosen peneliti ITB memang unggul dalam hal substansi, kandungan dan orisinalitas paper sehingga banyak dimuat di jurnal-jurnal papan atas (first tier) di dunia dibanding paper-paper PT-PT asal Thailand dan Malaysia yang mayoritas hanya dimuat di jurnal-jurnal internasional second tier. Ini menyebabkan dampaknya sangat signifikan terhadap jumlah paper dirujuk (Times Cited) milik dosen-dosen peneliti ITB yang dirujuk oleh banyak dosen peneliti kelas dunia pula, dibanding Times Cited seluruh dosen peneliti PT-PT di Thailand dan Malaysia bahkan PT-PT Singapura untuk disiplin ilmu tertentu seperti Natural Sciences. Paper Prof.DR.Ir. Sri Widiyantoro (ITB) berjudul “The Evidence for deep mantle circulation from Global tomography” yang dimuat di jurnal sangat bergengsi di dunia “Nature” volume 386, Tahun 1997, misalnya telah dirujuk 576 kali!!! Sri Widiyantoro telah menulis 18 paper yang dimuat di jurnal-jurnal papan atas, selain Nature juga antara lain dimuat di jurnal sangat kredibel di dunia yakni “Science”, “Review of Geophysics”, “Journal of Geophysical Research-Solid Earth”, “Earth and Planetary Science Letters”. Total Times Cited (jumlah paper dirujuk) Sri Widiyantoro versi Scopus adalah 1.472 sedangkan versi ISI Web of Knowledge adalah 1.240, merupakan yang tertinggi di Asean. ITB juga masih memiliki dosen-dosen peneliti papan atas pada bidangnya di dunia yang jumlah Times Cited-nya ratusan seperti Benjamin Soenarko, Halim M, Noer AS, Soemarsono, Hidayat R, Wilson W. Wenas, Hakim EH, Wiramihardja SD, Ariando, Firman T, Gusnidar T, Untuk melihat fenomena ITB yang kalah di jumlah paper disbanding PT-PT Thailand dan Malaysia, tetapi ITB menang di jumlah paper dirujuk atau Times Cited. Maka ada bagusnya membaca H-Index seperti yang diusulkan oleh Jorge E. Hirsch. Hirsch menegaskan bahwa total jumlah paper tidak memperhitungkan kualitas publikasi ilmiah. Sedangkan jumlah citations (Times Cited) paper akan menunjukkan indikasi atas kualitas paper tersebut karena dimuat di publikasi ilmiah yang sangat kredibel dan menjadi rujukan banyak para peneliti di dunia. Juga bisa dibaca untuk tema serupa pada teori-teori John P. Perdew, yang telah sangat berhasil dalam devising baru perkiraan yang banyak digunakan dalam Teori Kerapatan Fungsional. Dia telah menerbitkan karya-karyanya dimana 3 karya dikutip lebih dari 5.000 kali dan 2 dikutip lebih dari 4.000 kali. Beberapa ribu makalah memanfaatkan Teori Kerapatan Fungsional yang diterbitkan setiap tahun, kebanyakan dari mereka mengambil Namun terus terang, penulis ingin mengkritik ITB terlalu “polos”, terlalu “PD” (percaya diri) dengan keunggulan substansi, kandungan dan orisinalitas karya penelitian yang ditulis dosen-dosennya dalam paper-paper di jurnal internasional papan atas di dunia. Tetapi ITB kalah telak dalam aspek strategi pencitraan dan strategi perekayasaan secara sistematis dibanding PT-PT di Thailand dan Malaysia. PT-PT Thailand dan Malaysia sangat pintar dan gesit dalam memobilisasi gerakan pencitraan jurnal-jurnal nasional milik mereka agar yang terpenting semua paper yang dimuatnya masuk terlebih dulu pada Index ISI Knowledge dan Scopus, disamping Google Sholar (lembaga independen yang mengumpulkan berbagai karya dari jurnal ilmiah ternama dan terpilih di dunia). Dosen-dosen senior mereka membimbing langsung dosen-dosen yunior dan mahasiswa program pasca sarjana agar berusaha menulis paper dengan target yang penting agar dimuat terlebih dulu di PT-PT di Indonesia boleh saja belajar dengan strategi yang dilakukan oleh PT-PT Thailand dan Malaysia yakni dengan mewajibkan mahasiswa Pasca Sarjana S-2 dan terlebih-lebih S-3 untuk menulis thesis dalam bahasa Inggris yang novelty yang kemudian dijadikan paper untuk dikirim dan diseleksi untuk pemuatan di jurnal nasional dan kemudian di jurnal internasional. Program ini kalau konsisten dilakukan akan membuat produktifitas paper yang dihasilkan PT-PT di Indonesia akan melonjak tajam. Tetapi tetap politik pencitraan ini tidak melupakan akar pokoknya yakni paper yang substansial, kaya kandungannya dan orisinal. Selamat meneliti dan menuliskannya ke dalam jurnal-jurnal kredibel di dunia. |
MALAM LAILLATUL QODAR
Ingin kurengkuhmu…
Ketika dirimu datang
kapan?
Sama, ketika aku menanti… DIRIMU memberikan ridho
dan hidayahMU
padaku
LAUT TERBELAH
| Masih dalam rangka uji coba kirim tulisan via mail (dari kendal-online) :
Suatu kejadian alam yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kisah
Suatu festival diadakan untuk mengingatkan kejadian alam dan dihadiri |


Komentar Terakhir