Media cetak dan elektronik dua hari terakhir memberitakan “gegeran” yang telah dilakukan oleh bonek - istilah untuk suporter sepak bola dari Persebaya Surabaya.
Begitulah komentar, sebagian teman-teman yang saya temui…..karena akhir-akhir ini televisi kita banyak menyiarkan tentang carut-marut wajah bangsa tercinta ini……walaupun sebenarnya itu merupakan realita yang tengah dihadapi..
Ada kasus KPK, dengan aksen terkuaknya rekaman upaya suap dan adanya makelar kasus (markus)…………
Ada kasus Bank Century………..dengan pansus DPR-nya…yang tiap hari nongol di teve dalam menyingkap tabir aliran dana dan dugaan kriminalitas dan korupsi uang negara
Ada kasus bentrok suporter sepakbola…. bentrok pedagang satpol PP…bentrok antar suku di Papua…..bentok antar mahasiswa satu kampus (yang katanya terpelajar)…..bentrok demonstran dengan polisi…..
Ada kasus salah tangkap (dosen UI)…..kasus pencurian biji kakao…pencurian semangka…….hingga kasus Lanjar dengan upaya pemerasan oleh kejaksaan……….
Ada kasus terbongkarnya istana Ayin dan gembong narkoba di LP Pondok Bambu….hingga LP yang dijadikan ajang perjudian dan pesta narkoba dengan ruang khusus
Ada fatwa MUI (usulan ponpes putri Lirboyo Kediri) tentang rebonding dan numpang ojek…..yang malah teve banyak meminta tanggapan dari para artis
Ada tayangan Babe si penjagal anak-anak, setelah – maaf – mensodominya…
Ada acara teve tentang perselingkuhan, orang ketiga – bahkan tentang Masihkah Kau Mencintaiku..yang banyak mengundang kontroversi………
dan…masih banyak kasus lainnya….
Demikianlah…..banyaknya tayangan yang “tidak menghibur” membuat kita rasanya malas untuk menonton televisi…….
Satu sisi…memang kita menjadi terbuka dan ada “pencerahan” tentang realita carut-marutnya bangsa ini……… di sisi yang lain….sebenarnya kita di depan televisi butuh re-fresh dan hiburan setelah sekian jam berkutat dengan pekerjaan kita….
Sehingga kadang muncul ego dalam diri kita……antara realita kondisi yang sebenarnya kita sudah mengetahui lama dengan nurani pada diri kita…..
Aahhh…masa bodoh dengan kondisi bangsa ini yang carut marut…..bangsa dan negara ini rasanya tidak pernah memikirkan kita yang notabene adalah rakyatnya……
Pemimpin negeri ini hanya memikirkan kelompoknya sendiri…tidak pernah mempunyai jiwa “kenegarawanan” – yang selalu memikirkan untuk bagaimana cara mensejahterakan rakyatnya……
Rasanya slogan “Jangan tanya apa yang telah negara berikan padamu, tapi tanyalah apa yang telah kamu berikan kepada negaramu“..hanyalah slogan di angan-angan dan seperti pepesan kosong.
Soal Tugas #3 ada di Halaman : Analisis Struktur Metode Matriks.
Besar vektor yang belum diketahui (di kuadran IV) = 35 N.
Berikut tugas Homework#1 Fisika Terapan untuk mahasiswa D3 Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan. Klik Homework#1FisTerD3.
Homework#1 dikumpulkan pada tanggal 13 Oktober 2009 pada kertas A4 tulis tangan. Terima kasih.
Materi kuliah :
Belum usai penanganan gempa Tasikmalaya (Jawa Barat), kemarin telah terjadi lagi gempa yang mengguncang kota Padang (Sumatera Barat) dan sekitarnya dengan kekuatan 7,6 SR, bahkan goncangan gempa terasa sampai malaysia dan singapura.
Data sampai tulisan ini dibuat, sudah ribuan bangunan roboh, 75 meninggal (sementara ribuan masih belum diketahui nasibnya) … innalillahi wa inna ilaihi roji’un ………
Memang, dengan posisi Indonesia yang terletak diantara 2 pertemuan lempeng tektonik, yaitu 1) pertemuan lempeng asia dan australian, dan 2) pertemuan lempeng asia pasifik, memungkinkan Indonesia tidak bisa lepas dari ancaman terjadinya gempa, karena pertemuan lempeng-lempeng tersebut akan selalu bergerak, dan melepaskan energi (berupa getaran-getaran gempa.
Pertemuan lempeng Asia-Australia di Indonesia membentang dari sisi selatan pulau Sumatera (ingat terjadinya gempa dan tsunami di Aceh, 2004), sisi selatan pulau Jawa terus sampai ke sisi selatan pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur, sedang lempeng Asia-Pasifik membentang dari utara kepulauan Maluku sampai ke Papua.
Bila dilihat dari kerusakan dan korban yang ditimbulkan oleh terjadinya gempa, tampak banyak korban yang meninggal atau luka karena tertimpa reruntuhan bangunan – terutama pada bangunan rumah tinggal atau bangunan tingkat rendah (2-4 lantai) – yang menggunakan material beton/beton bertulang dan pasangan bata. Karena memang material tersebut yang saat ini lebih banyak digunakan. Namun demikian, sepertinya penggunaan material beton/beton bertulang dan pasangan bata pada konstruksi rumah tinggal atau gedung bertingkat rendah belum seluruhnya didesain/direncanakan tahan apabila terjadi gempa. Kalau untuk bangunan bertingkat banyak, sudah menjadi keharusan untuk memasukkan beban gempa.
Untuk itu, guna mengantisipasi timbulnya korban material dan nyawa manusia apabila terjadi gempa, maka pengetahuan gempa dan cara membangun konstruksi yang tahan gempa ini disampaikan kepada masyarakat, terutama bagi para praktisi bangunan dari pelaksana sampai perencana untuk bangunan yang sederhana sekalipun (rumah tinggal 1 lantai, dsb.).
Homework#2 Fisika Dasar untuk mahasiswa S1 Teknik Sipil sudah dapat diunduh disini.
Dengan catatan : homework ditulis pada kertas A4 ya …. dikumpulkan hari Selasa, 6 Oktober 2009.
Untuk kuliah hari Jumat, 2 Oktober 2009, dengan terpaksa akan diganti lain hari, dikarenakan saya mendapatkan tugas lain ….
Takbir…ALLAHU AKBAR…berkumandang bertalu-talu…mengiringi langkah di pagi hari menuju kekhusyukan sholat iedul fitri… Hangatnya mentari menyinari sanubari… mengucap takbir…
Pesan khotib amat bersahaja…
Alhamdulillah………………. iedul fitri telah tiba…….
Semoga amal ibadah di bulan ramadhan dan bulan-bulan sebelumnya mendapatkan ridho Allah SWT dan segala dosa dan khilaf diampuni……..
Taqobbalallahu minna wa minkum……..Buat sesepuh-pinisepuh, bapak-bapak dan ibu-ibu, saudara-saudara, keponakan-keponakan, teman-teman sekantor dan sejawat, tetangga-tetangga, teman sekolah dan kampus, temen masa kecil dan teman-teman mahasiswa…. met lebaran 1430H dan mohon maaf maaf lahir dan bathin……..
Semoga kita semua menjadi fitri….kembali ke fitrah……….amiiinnnn..
